Kisah Sebatang Pensil

0


Seorang anak lelaki memandangi neneknya yang sedang menulis surat. Ia kemudian bertanya, “Apakah Nenek sedang menulis cerita tentang kita? Atau apakah ini cerita tentang aku?"

Sang nenek menjeda menulis surat dan berkata kepada cucunya, “Nenek memang sedang menulis tentang dirimu. Tetapi ada yang lebih penting daripada kata-kata yang sedang Nenek tulis, yaitu pensil yang sedang pakai sekarang. Nenek berharap mudah-mudahan kamu menjadi seperti pensil ini, kalau kau sudah dewasa nanti.”

Si anak lelaki merasa heran. Diamatinya pensil itu, meski kelihatannya biasa saja. “Tapi pensil itu sama saja dengan pensil-pensil lain yang pernah kulihat?”

Sang nenek tersenyum. Ia menjawab, “Itu tergantung bagaimana kamu memandang segala sesuatu. Ada lima pokok yang penting, dan kalau kamu berhasil menerapkannya, kamu akan senantiasa merasa damai dalam menjalani hidup ....

Pertama: Kamu sanggup melakukan hal-hal yang besar, tetapi jangan pernah lupa bahwa ada tangan yang membimbing setiap langkahmu. Kita menyebutnya sebagai tangan Tuhan. Dia selalu membimbing kita sesuai dengan kehendak-Nya.

Kedua: Sesekali kita mesti menjeda menulis dan meraut pensil ini. Pensil ini akan merasa sakit sedikit, tetapi sesudahnya dia menjadi jauh lebih tajam. Begitu pula denganmu, kamu harus belajar menanggung beberapa penderitaan dan kesedihan, sebab penderitaan dan kesedihan akan menjadikanmu menjadi orang yang lebih baik.

Ketiga: Pensil ini tidak keberatan kalau kita menggunakan penghapus untuk menghapus kesalahan-kesalahan yang kita buat. Ketahuilah, tidak apa-apa kalau kita memperbaiki sesuatu yang pernah kita lakukan. Kita jadi tetap berada di jalan yang benar untuk menuju keadilan.

Keempat: Yang paling penting bagi sebatang pensil ini bukanlah bagian luarnya yang dari kayu, melainkan bahan grafit di dalamnya. Jadi, perhatikan selalu apa yang sedang terjadi di dalam dirimu.

Kelima: Pensil ini selalu meninggalkan bekas. Begitu pula apa yang kamu lakukan. Kamu harus tahu bahwa segala sesuatu yang kamu lakukan dalam hidup akan meninggalkan bekas, maka berusahalah untuk menyadari hal tersebut dalam setiap tindakanmu.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default