Dulu
Kita tertawa dan bercanda
Berdua
Kamu cerita,
Aku dengarkan
Kamu menangis,
Aku usap rambut hitammu
Kamu peluk,
Aku pun bertanya-tanya
Hingga pada suatu waktu
Semuanya berubah
Aku kasih kamu senyum,
Kamu kasih aku diam
Aku tertawa dan bercanda,
Kamu hanya diam
Kuperlihatkan marah dan kesalku,
Kamu membalas dengan diam
Aku tanya kamu, "Ada apa?"
Kamu jawab dengan diam
Kuberikan perhatian dan rasa,
Kamu tetap saja diam
Kuberi kamu hatiku,
Kamu tetap diam
Aku tanya kamu, "Kenapa?"
Kamu balas dengan diam
Kuberi kamu sayang dan peduliku,
Kamu tetap diam
Kutunjukkan cinta untukmu,
Kamu tetap diam
Aku sampai bertanya, "Apa salahku?"
Kamu jawab dengan diam
Aku minta kamu cerita,
Kamu kasih aku diam
Aku tanya, "Kenapa kamu selalu begitu?"
Kamu tetap saja diam
Kamu tahu terkadang aku menangis,
Dan kamu tetap saja diam
Aku tunjukkan penyesalan dan penjelasanku,
Kamu tetap saja diam
Aku bahkan meminta maaf entah untuk sesuati yang mungkin membuatmu kecewa,
Tapi kamu tetap saja diam
Aku ingin kamu bicara,
Tapi kamu tetap memilih diam
Aku ingin kamu tanya,
Kamu tetap memilih diam
Aku tanya, "Apa maumu?"
Kamu jawab dengan diam
Aku mengalah,
Aku panggil namamu berkali-kali,
Namun kamu tetap diam
Aku tanya, "Bagaimana caranya?"
Kamu menjawab dengan diam
Aku buatkan kamu ruang di hati,
Kamu tetap saja diam
Aku dekati kamu dengan jiwa dan raga,
Kamu menjauh dan terus diam
Hingga akhirnya aku memilih diam,
Kamu kasih aku perasaan bersalah
Karena kamu terus-menerus diam
Ada yang salah dengan kita
Tolong, jangan terus-menerus diam
Bicaralah saru kata,
Apapun itu
Karena aku bukan kamu
Kalau kamu mau bintang,
Tinggal bilang bintang
Supaya aku tahu apa yabg harua kulakukan
Dan membuatmu tidak lagi diam.
